Anwar Hafid Soal Pilkada Gubernur Sulteng 2024: Tidak Ada Pertarungan Hari ini

Anwar Hafid Soal Pilkada Gubernur Sulteng 2024: Tidak Ada Pertarungan Hari ini
Calon Gubernur Sulteng Dr. Anwar Hafid. (Ist)

KABAR SULTENG – Calon Gubernur Sulteng Dr. Anwar Hafid menyebut jelang Pilkada Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) 2024 bahwa tidak ada pertarungan, melainkan ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak demi masa depan Sulteng yang lebih baik.

“Tidak ada namanya pertarungan hari ini, kapan pertarungan? Setelah kandidat Gubernur terpilih,barulah kemudian pertarungan dimulai,mempertanggungjawabkan program yang telah dijanjikan kepada masyarakat selama lima tahun,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng, Anwar Hafid, Rabu (25/4).

Anwar Hafid menegaskan di Pilkada Gubernur Sulteng mendatang, setiap individu memiliki hak politik untuk maju sebagai calon Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Tengah.

Baca juga: Ahmad Ali Bertemu Presiden Terpilih, Sinyal Lobi-lobi Rekomendasi Pilkada ?

Anwar merujuk pada figur Gubernur Rusdy Mastura, dan Ahmad M Ali sebagai Kakak sekaligus guru politiknya, namun ia menegaskan bahwa saat ini bukanlah pertarungan politik.

“Ka Cudy dan Ka Mat itu kakak saya sekaligus guru politik saya, bagaimana mungkin melawan mereka, sehingga saya katakan hari ini tidak ada pertarungan,” kata mantan bupati Morowali dua periode.

Anwar Hafid berpasangan dengan dr. Reny Lamadjido, memperkenalkan program andalannya, NAMBASO (Anak Miskin Bisa Sekolah), yang menjadi fokus utama visi misi untuk membenahi sumber daya manusia di Sulteng. Program ini menekankan pentingnya pendidikan tuntas sebagai prioritas utama dalam pembangunan, dengan komitmen memastikan setiap anak di Sulteng dapat mengenyam pendidikan tanpa hambatan.

Selain pendidikan, Anwar juga menyoroti pentingnya pelayanan kesehatan tuntas yang merata dan berkualitas di Sulteng.

Dengan latar belakang pasangan Calon wakil Gubernur sebagai seorang dokter, Anwar berkomitmen untuk menyelesaikan masalah aksesibilitas dan ketersediaan tenaga medis di Sulteng.***